Telanjur Pakai Aplikasi Pinjaman Uang Ilegal? Segera Lakukan Ini


Belum meratanya pengetahuan mengenai dunia fintech terutama tentang aplikasi pinjaman uang, turut menambah daftar panjang orang yang terjebak pada aplikasi pinjaman uang ilegal. Maksud hati ingin meminjam uang dalam waktu cepat, tapi malah salah pilih fintech atau sehingga terjadi banyak hal merugikan. Mulai dari suku bunga tinggi hingga penyebaran data pribadi. 

Padahal, sederhana saja, kalau tertarik mengajukan pinjaman uang di fintech, yang pertama kali harus dicek adalah apakah fintech tersebut sudah terdaftar di OJK atau belum. Untuk mengecek ini, kamu hanya tinggal mengakses situs atau link rilis dari OJK mengenai daftar fintech yang sudah terdaftar. Setelah itu, barulah mencermati perihal suku bunga, biaya provisi, hingga tenor dan fasilitas pinjaman yang ditawarkan sesuai kebutuhan dan kondisi finansialmu. Kredivo, misalnya, sebagai fintech kredit digital pertama yang ditawarkan OJK, menawarkan dua fasilitas kredit utama: cicilan barang dan pinjaman uang. 

Namun, apa mau dikata kalau nasi sudah menjadi bubur. Jangan khawatir, telanjur pakai aplikasi pinjaman uang ilegal, bukan akhir dari segalanya. Tetaplah tenang dan supaya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yuk segera lakukan lima hal ini untuk mengatasinya. 

Buka aplikasi dan hubungi CS untuk mencatat utang yang tersisa

Jika pinjamanmu belum jatuh tempo, maka segera buka aplikasi dan screenshot jumlah pinjaman yang harus dikembalikan. Jumlah ini biasanya tertera pada aplikasi langung. Untuk semakin memperkuat buktimu, hubungi juga kontak CS yang tertera, entah itu melalui chat, email atau telepon dan verifikasi jumlah utang yang ada di aplikasi dengan CS. Karena sudah telanjur menyetujui perjanjian pinjaman di awal, sampaikan juga kepada CS jika kamu mau melunasi utang yang tersisa. 

Lakukan negosiasi agar kamu bisa membayar pokoknya saja

Nah, apabila jumlah pinjamanmu sudah berbunga cukup besar dan tidak sanggup lagi melunasi semuanya, coba lakukan negosiasi dengan CS atau pihak penagih bahwa kamu hanya bisa membayar pokok yang dipinjam saja. Tidak mudah memang, tapi langkah ini wajib dicoba sebagai tanda bahwa kamu memang beritikad baik untuk melunasi pinjaman yang tersisa agar tidak semakin membengkak bunganya. 

Minta surat pelunasan pinjaman untuk dikirim melalui email

Kalau negosiasi disetujui, jangan langsung dibayarkan. Selanjutnya, kamu juga perlu menanyakan atau minta bukti pelunasan dengan pihak penagih atau CS sesuai dengan kesepakatan. Begitu juga jika negosiasi gagal dan kamu tetap harus bayar bunga.  Jika pihak penagih atau CS enggan atau tidak bisa memberikan bukti lunas baik dalam bentuk email ataupun keterangan di aplikasi, tunda dulu pembayaran. 

Simpan bukti capture sisa utang beserta bukti bayar atau pelunasan

Bukti bayar atau pelunasan baik dalam bentuk struk transfer, keterangan di aplikasi, hingga surat bukti lunas dari fintech ilegal terkait, penting untuk disimpan agar menjadi bukti sah jika sewaktu-waktu diperlukan. Misal, di aplikasi error dan ternyata jumlah pinjaman tidak kunjung berkurang atau habis setelah dilakukan pelunasan. Dengan adanya bukti, posisimu bisa jadi lebih kuat.

Jangan tergiur dengan tawaran jasa negosiasi atau penghapusan utang

Maraknya tawaran jasa negosiasi atau penghapusan utang di media sosial bagi mereka yang telanjur pakai banyak aplikasi pinjaman uang ilegal bisa dipastikan adalah bentuk penipuan. Alih-alih benar bisa menghapus pinjaman, justru kamu akan diminta keluar uang lebih banyak untuk membayar jasa tersebut. Hati-hati dengan tawaran sejenis ini. Jika perlu bantuan, minta tolong pada kerabat yang bisa bantu bernegosiasi. Atau, kalau sudah terjadi hal-hal tidak mengenakkan dari pihak fintech ilegal seperti ancaman, kamu juga bisa melaporkannya pada pihak berwajib. 

Belajar dari kesalahan, yuk hanya gunakan fintech pinjaman uang yang legal dan terdaftar di OJK

Di era serba internet sekarang, segala informasi bisa dengan mudah kamu temui hanya dengan mengetik sejumlah kata kunci di Google. Jadi, kalau bisa download aplikasi pinjaman uang di Google Play Store atau App Store, maka nggak ada alasan lagi bagi kamu untuk nggak cari tahu seputar mana fintech yang legal dan mana yang tidak. Kuncinya adalah jangan malas melakukan riset dan membaca informasi sebelum menggunakan aplikasi pinjaman uang. Jangan karena kepepet, lalu pengajuan pinjaman dilakukan dengan semaunya tanpa pertimbangan. 

Memang, rata-rata fintech pinjaman uang menerapkan suku bunga tinggi sekalipun fintechnya legal. Namun, hal itu bukan semata-mata untuk mengeruk keuntungan atau menjadi “lintah darat” seperti yang dituduhkan. Suku bunga yang tinggi diterapkan tentunya dengan beragam pertimbangan, terutama karena pinjaman yang diberikan termasuk berisiko tinggi: tidak ada jaminan apa pun, online, dan pencairannya cepat. Nah, sebagai calon nasabah, tentunya kamu harus pintar-pintar menyerap informasi ya. 

Sebagian fintech, juga ada lho yang menerapkan suku bunga rendah dan bersaing dengan perbankan hingga lembaga kredit konvensional. Kredivo salah satunya. Dengan suku bunga hanya 2,95% per bulan, Kredivo nggak cuma bisa digunakan untuk pinjaman uang tunai mulai dari 500 ribu, tapi juga bisa untuk transaksi cicilan barang di ratusan e-commerce dan merchant tanpa uang muka. 

Hanya dengan memenuhi tiga syarat berikut, kamu sudah bisa daftar akun Kredivo dan berkesempatan mendapat limit kredit maksimal hingga Rp 30 juta: 

  1. WNI berusia minimal 18 tahun. 
  2. Memiliki pemasukan tetap per bulannnya minimal Rp 3 juta. 
  3. Tinggal atau berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *