Cara Membuat Rencana Bisnis Sederhana Bagi Pebisnis Pemula

Pengen bangun bisnis kecil-kecilan di tengah pandemi buat nambahin penghasilan, tapi bingung mulainya dari mana? Tenang aja, kamu nggak sendirian, kok!

 

Ketika kita punya kemauan atau niat memiliki usaha sendiri, salah satu hal paling sulit untuk dimulai biasanya memang membuat rencana bisnis itu sendiri. Sebab, meski modal sudah di tangan, tanpa adanya rencana bisnis yang tepat, bisa jadi modal tersebut malah nggak tepat sasaran penggunaannya. Ujung-ujungnya malah boncos. 

 

Membuat rencana bisnis bisa dibilang gampang-gampang susah. Tapi, tetap harus dimulai di awal sejak memutuskan untuk membangun sebuah bisnis. 

 

Buat kamu yang pemula, nggak perlu berpikir terlalu rumit atau muluk-muluk lebih dulu terkait rencana bisnismu. Sebab, hal tersebut bisa jadi akan makin menghambat kamu dalam membuat rencana bisnis. Supaya bisa segera terwujud, kamu bisa memulai membuat rencana bisnis melalui langkah sederhana berikut ini: 

 

Tahap Persiapan: mulai dari penjelasan bisnis, riset, hingga mengurus perizinan

 

Pada tahap persiapan, yang perlu dilakukan kurang lebih adalah: 

 

  1. Lakukan riset dan buat sebuah dokumen yang isinya penjabaran tentang detail bisnismu. Mulai dari nama bisnis, tujuan atau latar belakang bisnis, target & karakter market, barang atau bahan produksi yang dibutuhkan, riset kompetitor, risiko bisnis, lokasi bisnis, sampai kebutuhan operasional seperti pegawai. 
  2. Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk langkah persiapan berikutnya. Misalnya, memastikan lokasi bisnis dan mengurus izin usaha. 
  3. Dengan adanya dokumen tersebut, rencana bisnismu akan lebih terlihat dan kamu juga akan lebih terpacu untuk mengeksekusinya. 

 

Tahap Pemasaran: menyusun strategi dan bujet

 

Untuk tahap pemasaran, yang perlu dilakukan kurang lebih adalah: 

 

  1. Buat akun di media sosial untuk pemasaran online dan branding. 
  2. Buat banner, brosur, atau spanduk untuk ditaruh di toko jika bisnismu termasuk bisnis offline. 
  3. Daftarkan bisnismu di platform e-commerce sebagai seller atau layanan transportasi online jika bisnisnya kuliner. 
  4. Atur bujet sesuai masing-masing channel pemasaran termasuk menyusun promosi yang sesuai dengan target pasar atau margin bisnis. 

 

Menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan

 

Setelah itu, buat rincian estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengeksekusi semua rencana yang sudah dibuat. Misalnya: 

 

  1. Biaya produksi barang: Rp10.000.000. 
  2. Biaya sewa lokasi (bisnis offline) atau buat website (bisnis online): Rp3.000.000. 
  3. Biaya pemasaran untuk 1 bulan: Rp1.500.000. 
  4. Biaya operasional Rp3.000.000. 
  5. Total biaya: Rp17.500.000. 

 

Kemudian, buat juga estimasi pendapatan yang bisa didapat per bulan, misalnya: 

 

  1. Penjualan produk A per bulan: Rp5.000.000. 
  2. Penjualan produk B per bulan: Rp10.000.000.
  3. Penjualan produk C per bulan: Rp5.000.000. 
  4. Total estimasi keuntungan: Rp2.500.000.

 

Butuh pinjaman modal bisnis? Berikut ini fasilitas kredit cepat yang bersahabat!

 

Jika modal sudah di tangan, maka rencana bisnis yang sudah dibuat bisa langsung dieksekusi satu per satu dengan mudah. Tapi, kalo modalnya kurang atau bahkan masih 0, maka ada satu tahapan lagi yang perlu kamu lakukan yaitu mencari modal. 

 

Umumnya, dalam memperoleh modal ada tiga cara yang dilakukan yaitu: mencari partner bisnis atau orang yang tertarik invest, mengajukan pinjaman produktif, atau menabung hingga modal terkumpul. 

 

Apakah boleh kalau pinjaman produktif diajukan oleh pemula yang baru pertama kali akan membangun usaha? Jawabannya tergantung. Seberapa besar modal yang dibutuhkan dan seberapa kuat rencana bisnisnya. 

 

Apabila kamu tertarik mengajukan pinjaman produktif untuk modal bisnis, baik itu KTA, kredit cepat, atau pinjaman untuk UMKM, sebaiknya mulai dengan nominal yang kecil. Terlebih, jika ini baru pertama kalinya kamu membangun usaha. Sebab, ketika mengajukan pinjaman untuk modal bisnis, kamu memiliki beban keuangan baru berupa angsuran pinjaman per bulan yang harus dibayar. Otomatis, jika bisnismu gagal, kamu masih harus tetap menanggung angsuran tersebut. 

 

Kredivo bisa jadi salah satu fasilitas kredit cepat untuk https://blog.kredivo.com/mau-mulai-berbisnis-tapi-modal-usaha-terbatas-ini-4-hal-yang-bisa-dilakukan/ yang bisa dicoba oleh pemula. Sebab, selain syarat daftarnya mudah, tingkat suku bunga Kredivo juga paling rendah dibanding layanan pinjaman sejenisnya. Hanya 2,6% per bulan dengan pilihan tenor 1 bulan, 3 bulan, atau 6 bulan. Di Kredivo, kamu bisa pinjam dana mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan puluhan juta, tergantung dengan plafon yang didapat. 

 

Syarat daftar Kredivo hanya ada 3, yaitu: 

 

  1. Kamu adalah WNI berusia 18 – 60 tahun. 
  2. Memiliki penghasilan tetap minimal Rp 3 juta per bulan. 
  3. Berdomisil di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri. 

 

Pendaftaran akun Kredivo bisa dilakukan melalui aplikasinya. Unduh aplikasi Kredivo yang resmi di Google Play Store atau App Store. Supaya bisa menggunakan fitur pinjaman tunai yang ada di aplikasi Kredivo, kamu harus daftar sebagai pengguna Premium. KTP dan NPWP adalah dua dokumen utama yang dibutuhkan untuk daftar akun Premium Kredivo. Jadi, pastikan kamu memilikinya. 

 

Apabila pendaftaranmu disetujui, kamu bisa langsung menggunakan limit yang tersedia untuk dicairkan menjadi pinjaman. Klik menu Pinjaman Tunai di aplikasi Kredivo lalu ajukan pinjaman sesuai kebutuhan dan limit yang tersedia. Jangan lupa pilih tenor pinjaman dan cek simulasi angsurannya. Jika setuju, lanjutkan proses pinjaman. Pinjamanmu bisa cair dalam waktu 1 hari kerja jika sudah diapproved.

Menarik, kan? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *