Pernah Dengar Sayuran Polong-Polongan Mari Simak 11 Sayuran Polong-Polongan Berikut Ini

Buncis  | TaniHub
source gambar : tanihub.com

Sayur polong-polongan adalah salah satu tumbuhan dikotil yang terbesar. Polong-polongan punya nama ilmiah Fabiceae. Sayuran polong-polongan dapat juga seperti kacang-kacangan. Contohnya kedelai, kapri, buncis, kacang panjang dan masih banyak lagi.

Di bawah ini pembahasan tentang beberapa polong-polongan.

  1. Buncis

Sayuran buncis mengandung protein dan vitamin. Buah, biji dan daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Sayuran buncis cocok dikonsumsi untuk penderita diabetes karena kaya zat B sitosterol dan stigmasterol yang membantu menurunkan gula darah. Di dalam 100 gram buncis mampu penuhi vitamin C harian.

  1. Kacang Panjang

Kacang panjang biasa disantap mentah sebagai lalapan, pecel. Atau diolah sebagai sayur dan tumisan. Tanaman kacang panjang tumbuh merambat dan melilit, memiliki khasiat yang baik untuk tubuh karena kaya serat dan kaya antioksidan.

  1. Kapri

Tanaman sayur banyak diolah untuk campuran sayur dan tumisan di Indonesia. Ada dua jenis kapri yang biasa diolah yaitu snow pea (berbiji pipih) dan snap pea atau sugar snap pea (berbiji bulat) yang disebut kapri gendut atau kapri manis.

  1. Lentil

Keluarga polong-polongan ini berbiji kecil pipih, ada dalam tiga jenis warna merah/orange/kuning, hijau dan coklat. Lentil Menjadi santapan yang tepat untuk orang yang melakukan program diet.

  1. Kacang Ercis

Kacang Ercis mengandung banyak serat dan vitamin, bentuknya berupa biji berwarna hijau. Ercis yang dimakan hanya bijinya atau polongnya. Ercis biasa ditambahkan pada aneka sup, tumisan dan fuyunghai, nasi goreng. Biasa juga untuk camilan.

  1. Kacang Hijau

Kacang hijau masuk dalam tanaman palawijaya yang banyak tumbuh di daerah tropis. Kacang hijau di Indonesia banyak dikonsumsi karena dapat cegah anemia dan bentuk pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tubuh (sel-sel organ, otot dan otak).

Masuk urutan ketiga dikonsumsi di Indonesia. Kacang hijau utuh bisa dijadikan bubur. Jika direndam akan menjadi kecambah atau sering kita sebut tauge, dijadikan taburan soto atau sayur. Sedangkan kulitnya sudah dikupas bisa dijadikan kue atau isian bakpao serta isian pia.

  1. Kacang Bogor

Dinamakan “kacang Bogor” karena biasanya dijajakan untuk camilan di Bogor, Jawa Barat.b kacang Bogor hanya mengandung 6%-12% minyak. Protein 14%-24%. Karbohidrat 60%, kaya asam amino metionin. Untuk menikmatinya kacang Bogor cukup direbus atau digoreng dengan ditambah garam.

  1. Kacang Merah

Kacang merah bisa dikonsumsi untuk orang yang ingin mengontrol berat badan. Ini dikarenakan kacang merah memberi rasa kenyang lebih lama. Kacang merah kering atau basah di Indonesia biasa diolah untuk sup, bahan isian kue, selai, sampai racikan es campur.

  1. Kacang Koro

Kacang koro punya nutrisi yang sama dengan kacang kedelai. Tapi harganya lebih terjangkau itu sebabnya sering dipakai sebagai pengganti kedelai dalam produksi tempe atau tahu. Tiga jenis kacang koro yaitu koro pedang (Canavalia gladiate), koro benguk (Mucuna prurient) dan koro kecipir (Pso phocarpus tetragonolobus)

  1. Kedelai (Putih dan Hitam)

Keledai maksud dengan polong-polongan yang punya kandungan protein nabati paling besar dan bahan baku untuk pembuatan tahu, tempe, tauco, kecap, 7, dan minyak.

  1. Kacang Tunggak

Kacang Tunggak adalah jenis kacang panjang yang polongnya biasa untuk dicampur ke sayur lodeh, rempeyek atau brongkos. Kacang Tunggak adalah di Jawa biasa disebut dengan kacang tolo atau landes atau kacang Dadap.

Sekian ulasan tentang sayuran polong-polongan yang beberapa sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Jika anda ingin membuat makanan dari bahan sayuran polong-polongan Anda bisa berbelanja online di laman TaniHub https://tanihub.com/. Semua bahan untuk memasak dan kebutuhan dapur setelah kebutuhan konsumsi bisa anda beli di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *